REALINVESTIGASI.COM, PURBALINGGA - Pekerjaan rehabilitasi jalan di Dusun 1, Desa Tumanggal, Kabupaten Purbalingga, menjadi perhatian sejumlah warga. Proyek sepanjang sekitar 630 meter dengan lebar 2 meter itu disebut menggunakan anggaran sekitar Rp200 juta. Warga mempertanyakan kondisi permukaan dan ketebalan aspal di sejumlah titik.
Berdasarkan pantauan warga, permukaan jalan yang telah dikerjakan terlihat tidak seragam. Beberapa bagian tampak lebih tebal, sementara titik lainnya terlihat lebih tipis.
Perbedaan kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi pelaksanaan pekerjaan. Namun, kondisi yang terlihat secara kasatmata belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan adanya ketidaksesuaian spesifikasi.
Ketebalan Aspal Jadi Pertanyaan Warga
Warga juga menyebut terdapat sejumlah bagian ruas jalan yang belum mendapatkan taburan material penutup permukaan secara merata. Kondisi tersebut terlihat pada beberapa titik setelah pekerjaan berlangsung.
"Yang kami lihat, ketebalan aspal di beberapa titik berbeda. Ada yang terlihat tebal, tetapi ada juga bagian yang tipis. Di beberapa titik juga kami melihat belum ditaburi abu aspal," ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Menurut warga, kondisi tersebut perlu dijelaskan secara terbuka, terutama karena pekerjaan menggunakan anggaran publik. Pertanyaan utamanya adalah apakah seluruh volume pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan.
Untuk memastikan hal tersebut, diperlukan pemeriksaan teknis. Pengukuran ketebalan lapisan, pemeriksaan material, volume pekerjaan, metode pelaksanaan, serta dokumen teknis menjadi bagian yang dapat digunakan untuk menilai kesesuaiannya.
Warga Minta Pemeriksaan Tidak Sekadar Kasatmata
Warga berharap Pemerintah Desa Tumanggal maupun pihak berwenang melakukan pemeriksaan secara faktual apabila terdapat indikasi ketidaksesuaian dalam pekerjaan rehabilitasi jalan tersebut.
Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mengukur ketebalan lapisan aspal pada sejumlah titik. Selain itu, material yang digunakan dan volume pekerjaan dapat dicocokkan dengan dokumen kegiatan.
Penilaian teknis diperlukan karena kualitas pekerjaan jalan tidak cukup ditentukan berdasarkan tampilan permukaan. Kesesuaian antara hasil pekerjaan, spesifikasi, volume, dan dokumen perencanaan perlu dipastikan melalui pemeriksaan yang terukur.
Berdasarkan informasi dari warga, pekerjaan tersebut disebut dikerjakan pihak ketiga yang dikenal dengan nama Kodas. Namun, identitas resmi badan usaha atau pelaksana, mekanisme penunjukan, nilai kontrak, serta spesifikasi teknis pekerjaan masih memerlukan konfirmasi Pemerintah Desa Tumanggal.
Transparansi Anggaran dan Spesifikasi Dipertanyakan
Selain kualitas pekerjaan, masyarakat meminta keterbukaan mengenai sumber anggaran, nilai kegiatan, volume pekerjaan, spesifikasi teknis, pihak pelaksana, serta hasil pemeriksaan dan serah terima pekerjaan.
Informasi tersebut diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui kesesuaian antara rencana kegiatan dengan pelaksanaan rehabilitasi jalan di lapangan.
Perbedaan kondisi permukaan yang menjadi perhatian warga juga perlu dijelaskan berdasarkan data teknis. Dengan demikian, penilaian tidak hanya bertumpu pada pengamatan visual atau persepsi pihak tertentu.
Hingga berita ini disusun, pihak Pemerintah Desa Tumanggal maupun pelaksana pekerjaan belum memberikan keterangan mengenai pertanyaan warga tersebut.
Konfirmasi masih diperlukan terkait ketebalan lapisan aspal yang dipersyaratkan, jenis material, fungsi material penutup permukaan, metode pelaksanaan, nilai dan sumber anggaran, serta hasil pemeriksaan pekerjaan.
Jika pemeriksaan resmi nantinya menemukan perbedaan antara pekerjaan di lapangan dengan spesifikasi atau volume dalam dokumen kegiatan, temuan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme administrasi maupun ketentuan yang berlaku.

0 Komentar