REALINVESTIGASI.COM, PURBALINGGA– Proyek pembangunan bronjong di Kali Tunggal, Desa Karangpetir, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, menuai tanda tanya. Meski pekerjaan telah berjalan selama dua hari, papan informasi proyek belum terlihat terpasang di lokasi. Ironisnya, pelaksana lapangan justru mengaku tidak mengetahui besaran anggaran maupun volume pekerjaan yang sedang dikerjakan.
Kondisi tersebut memunculkan persoalan serius terkait keterbukaan informasi publik. Sebab, proyek yang disebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak itu belum memberikan informasi dasar yang semestinya dapat diketahui masyarakat.
Berdasarkan penelusuran awak media di lokasi, aktivitas pemasangan bronjong telah berlangsung selama dua hari. Namun, tidak ditemukan papan informasi yang memuat identitas kegiatan, nilai anggaran, volume pekerjaan, jangka waktu pelaksanaan, maupun pihak pelaksana.
Pelaksana Akui Tak Tahu Anggaran dan Volume Pekerjaan
Saat dikonfirmasi di lokasi, Ragil selaku pelaksana lapangan menyebut pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Dwi Jaya (Ozan CS) dan bersumber dari APBN melalui BBWS Serayu Opak.
Terkait belum terpasangnya papan informasi proyek, Ragil beralasan format papan nama kegiatan baru dikirim sehingga belum sempat dicetak.
Namun, persoalan tidak berhenti pada belum adanya papan informasi. Ketika ditanya mengenai nilai anggaran dan volume pekerjaan, Ragil justru mengaku tidak mengetahui rincian tersebut.
"Kalau terkait anggaran berapa dan volumenya berapa, saya tidak tahu," ungkap Ragil.
Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana informasi pekerjaan diketahui oleh pihak yang bertugas mengawasi pelaksanaan di lapangan. Terlebih, nilai anggaran dan volume merupakan informasi mendasar untuk mengetahui skala serta kesesuaian pekerjaan dengan perencanaan.
Saat ditanya mengenai kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional alat berat, Ragil menyampaikan bahwa kemungkinan kebutuhan tersebut sudah termasuk dalam satu paket dengan pemilik alat berat.
Pemerintah Desa Mengaku Tidak Mengetahui Rincian Proyek
Awak media kemudian meminta keterangan kepada Pemerintah Desa Karangpetir untuk memperoleh informasi mengenai kegiatan pembangunan bronjong tersebut.
Sekretaris Desa (Carik) Karangpetir menjelaskan bahwa pemerintah desa hanya berperan sebagai penerima manfaat dan tidak terlibat langsung dalam pengelolaan anggaran maupun teknis pelaksanaan pekerjaan.
"Desa hanya penerima manfaat, namun tentang pekerjaan, baik volume, anggaran maupun teknis pelaksanaan kami tidak tahu-menahu," jelas Sekretaris Desa Karangpetir.
Ia juga menerangkan bahwa pemerintah desa hanya menerima surat izin pelaksanaan dari pihak pelaksana kegiatan.
Keterangan tersebut semakin memperlihatkan terbatasnya informasi yang dapat diakses dari pihak-pihak yang ditemui di sekitar lokasi pekerjaan. Pelaksana lapangan tidak mengetahui rincian anggaran dan volume, sementara pemerintah desa menyatakan tidak mengetahui aspek teknis maupun pembiayaan kegiatan.
Transparansi Proyek Publik Dipertanyakan
Papan informasi bukan sekadar pelengkap administrasi atau formalitas pekerjaan konstruksi. Keberadaannya menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk mengetahui penggunaan anggaran publik, identitas pelaksana, nilai kontrak, volume pekerjaan, hingga jangka waktu pelaksanaan.
Apalagi, proyek tersebut disebut menggunakan dana APBN melalui BBWS Serayu Opak. Masyarakat berhak memperoleh informasi mengenai kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan mereka, termasuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Belum terpasangnya papan informasi selama pekerjaan berlangsung, ditambah pengakuan pelaksana lapangan yang tidak mengetahui nilai anggaran dan volume, menjadi persoalan yang patut mendapatkan penjelasan dari pihak berwenang.
Publik tentu tidak cukup hanya diberi tahu bahwa sebuah proyek sedang dikerjakan. Informasi mengenai berapa anggarannya, berapa volume bronjong yang dipasang, siapa penanggung jawabnya, serta bagaimana pengawasannya juga harus dapat diakses secara jelas.
Hingga berita ini diterbitkan, nilai anggaran, volume pekerjaan, spesifikasi teknis, serta identitas penanggung jawab kegiatan belum berhasil diperoleh awak media.
Awak media masih berupaya meminta konfirmasi kepada BBWS Serayu Opak maupun pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan mengenai dasar pelaksanaan kegiatan, nilai anggaran, volume pekerjaan, pemasangan papan informasi, serta mekanisme pengawasan proyek bronjong Kali Tunggal tersebut.

0 Komentar