Banjir Berulang di Griya Abdi Kencana, Warga Tagih Perintah Bupati kepada PUPR

Banjir yang berulang kali menggenangi Jalan Sekar Mawar 4 RT 01 RW 07, Perumahan Griya Abdi Kencana, Kelurahan Purbalingga Wetan

REALINVESTIGASI.COM, PURBALINGGA – Banjir yang berulang kali menggenangi Jalan Sekar Mawar 4 RT 01 RW 07, Perumahan Griya Abdi Kencana, Kelurahan Purbalingga Wetan, Kecamatan Purbalingga, menjadi persoalan serius yang belum kunjung tertangani. Setiap hujan turun, warga harus kembali berhadapan dengan luapan air dari saluran drainase yang diduga mengalami pendangkalan dan tersumbat tumpukan sampah.

Genangan air bahkan meluber hingga menutupi jalan paving blok dan mengganggu aktivitas masyarakat. Banjir yang terjadi berturut-turut dalam beberapa hari terakhir ini semakin memperkuat kekhawatiran warga, terutama menjelang puncak musim penghujan.

Persoalan ini bukan tanpa upaya. Ketua RT 01 RW 07, Arina Hidayat, S.H.I., mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Bupati Purbalingga. Menurutnya, Bupati telah meneruskan sekaligus memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Purbalingga untuk meninjau lokasi yang berpotensi mengalami banjir tersebut.

"Komunikasi dengan Bupati Purbalingga sudah kami lakukan dan beliau meneruskan serta memerintahkan Dinas PUPR Kabupaten Purbalingga untuk meninjau lokasi yang jauh hari akan mengakibatkan banjir di musim penghujan seperti sekarang ini," ujar Arina.

Namun, bagi warga, instruksi saja tidak cukup. Mereka kini menunggu tindakan konkret di lapangan. Sebab, setiap hujan kembali turun, ancaman genangan tetap menghantui, sementara penanganan drainase yang diharapkan belum terlihat terealisasi.

Warga Tak Ingin Menunggu Sampai Banjir Semakin Parah

Warga mendesak agar perintah Bupati kepada Dinas PUPR segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan teknis dan penanganan drainase. Pendangkalan serta tumpukan sampah yang diduga menghambat aliran air perlu ditangani secara menyeluruh, bukan sekadar menunggu air surut setelah banjir terjadi.

Persoalan ini menjadi semakin mendesak karena musim penghujan masih berlangsung. Jika hambatan aliran air tidak segera dibenahi, warga khawatir genangan yang selama ini mengganggu akses jalan dapat berkembang menjadi banjir yang lebih luas dan menimbulkan kerugian.

Bagi masyarakat, yang dibutuhkan bukan sekadar kunjungan atau janji peninjauan, melainkan langkah nyata untuk memastikan saluran berfungsi sebagaimana mestinya. Keselamatan, kenyamanan, dan aktivitas warga tidak semestinya terus bergantung pada keberuntungan setiap kali hujan turun.

Lurah Siapkan Surat Resmi kepada DLHPKP

Di tengah tuntutan warga terhadap penanganan drainase, Pemerintah Kelurahan Purbalingga Wetan juga mulai mengambil langkah. Pada Jumat, 30 Oktober 2026, Lurah Purbalingga Wetan, Felli Arie Oktaviana, S.E., didampingi Sekretaris Kelurahan Merry Christine Tarigan, S.E., menghadiri pertemuan dengan warga terdampak.

Dalam pertemuan tersebut, Felli menyampaikan rencana untuk segera melayangkan surat resmi kepada Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLHPKP) Kabupaten Purbalingga guna meminta penanganan sampah dan normalisasi lingkungan.

"Segera bersurat terhadap Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DLHPKP) Kabupaten Purbalingga untuk penanganan sampah dan normalisasi lingkungan. Ini menjadi prioritas karena menyangkut kenyamanan dan kesehatan warga," tegas Felli Arie Oktaviana di hadapan warga.

Langkah tersebut diharapkan dapat melengkapi penanganan yang sebelumnya didorong warga melalui Dinas PUPR. Kedua instansi memiliki peran yang perlu disinergikan, yakni PUPR dalam penanganan teknis drainase, sedangkan DLHPKP dalam aspek kebersihan, sampah, dan lingkungan permukiman.

Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menantikan tindak lanjut dari kedua dinas tersebut. Publik kini menunggu apakah perintah Bupati kepada PUPR dan rencana surat resmi kelurahan kepada DLHPKP benar-benar berujung pada pekerjaan nyata di lapangan.

Jangan sampai persoalan yang sudah disampaikan warga dan diketahui pemerintah justru kembali berulang setiap kali hujan turun. Sebab, bagi warga Griya Abdi Kencana, persoalan banjir bukan lagi sekadar genangan air, melainkan kebutuhan mendesak akan lingkungan permukiman yang aman dan terbebas dari ancaman banjir berulang.

Posting Komentar

0 Komentar