REALINVESTIGASI.COM, PURBALINGGA – Saniah (60), warga Dukuh Lawigede RT 03 RW 08, Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, yang sempat dilaporkan hilang selama empat hari, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Selasa (28 Juli 2026). Lansia yang akrab disapa Niol itu kemudian diantarkan pulang ke rumahnya oleh relawan hingga disambut haru keluarga dan warga.
Saniah ditemukan di wilayah Desa Baleraksa, Kecamatan Karangmoncol, setelah relawan RAPI melakukan pemantauan berdasarkan informasi yang beredar di media sosial dan jaringan relawan. Dua anggota RAPI, Mamat dan Jack, memastikan identitas Saniah sebelum membawanya kembali ke kediamannya di Desa Kembangan.
Sekitar pukul 18.30 WIB, kendaraan yang membawa Saniah tiba di rumahnya. Kedatangannya langsung disambut tangis haru keluarga, kerabat, serta warga yang sejak beberapa hari terakhir menantikan kepulangannya. Dalam waktu singkat, rumah Saniah dipenuhi masyarakat yang ingin memastikan kondisi perempuan lanjut usia tersebut.
Pencarian Dilakukan Hingga Luar Daerah
Menurut keterangan keluarga, Saniah meninggalkan rumah sejak Minggu dan tidak kembali selama empat hari. Berbagai upaya dilakukan keluarga bersama warga, mulai dari menyisir sejumlah lokasi hingga menyebarkan informasi melalui media sosial dan jaringan relawan.
"Alhamdulillah sudah ketemu. Kami sudah berupaya mencari ke sana kemari tapi belum ada hasil. Sekarang alhamdulillah sudah ditemukan," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Salah satu kerabat Saniah mengungkapkan pencarian bahkan dilakukan hingga ke wilayah Rembang karena keluarga khawatir keberadaan Saniah tidak lagi berada di sekitar Purbalingga.
"Hari Minggu Saniah pergi meninggalkan rumah. Sudah dicari sampai Rembang tapi tidak ketemu. Anaknya tiga, tapi tinggalnya jauh, bahkan ada yang di Jakarta. Selama ini Saniah tinggal di sini bersama anak laki-lakinya yang terakhir," tuturnya.
Relawan RAPI Temukan Saniah di Dekat TPU
Relawan RAPI, Mamat, menjelaskan informasi mengenai hilangnya Saniah pertama kali ramai dibagikan di salah satu grup Facebook Purbalingga. Berbekal informasi tersebut, relawan terus melakukan pemantauan hingga akhirnya menemukan Saniah di sebuah jalan sepi dekat Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Baleraksa.
"Kami dari relawan bersyukur dapat menemukan Ibu Saniah yang kemarin sempat ramai di salah satu grup Facebook Purbalingga. Kami menemukan Saniah di jalan sepi dekat dengan tempat pemakaman umum. Kami langsung berkoordinasi dengan relawan RAPI dan Pemerintah Desa Kembangan. Setelah dipastikan benar identitas survivor tersebut, kami langsung mengantar sampai ke alamatnya," ujar Mamat.
Menurutnya, saat ditemukan kondisi Saniah relatif sehat, meski tampak kelelahan diduga akibat perjalanan yang ditempuh selama beberapa hari meninggalkan rumah.
Keluarga Pastikan Tidak Ada Permasalahan
Santo, anak bungsu Saniah, menegaskan kepergian ibunya bukan disebabkan persoalan keluarga. Menurutnya, perubahan perilaku tersebut mulai terlihat sejak ayahnya meninggal dunia.
"Tidak ada permasalahan dalam keluarga. Namun ibu saya mempunyai gelagat seperti itu semenjak ditinggal meninggal oleh suaminya," ungkap Santo.
Sementara itu, saat ditanya mengenai alasan meninggalkan rumah, Saniah menyampaikan pengalamannya menurut apa yang ia rasakan.
"Saya hanya mengikuti langkah kaki, seperti ada yang menggerakkan, yang menyuruh melangkah ya makhluk yang tidak kelihatan," ucap Saniah.
Pernyataan tersebut merupakan pengalaman yang disampaikan langsung oleh Saniah dan belum dapat diverifikasi secara objektif.
Keluarga dan Pemerintah Desa Sampaikan Terima Kasih
Rasa syukur turut disampaikan keluarga Saniah atas kepedulian dan kerja cepat Relawan RAPI yang berhasil menemukan sekaligus mengantarkan Saniah hingga kembali ke rumah dengan selamat.
"Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh relawan RAPI, khususnya Bang Mamat dan Bang Jack, yang sudah bersusah payah mencari, menemukan, dan mengantarkan ibu kami sampai ke rumah dengan selamat. Kebaikan dan kepedulian panjenengan semua tidak akan kami lupakan," ujar Santo.
Ucapan apresiasi juga disampaikan perangkat Desa Kembangan atas sinergi yang terjalin antara relawan, masyarakat, dan pemerintah desa selama proses pencarian.
"Atas nama Pemerintah Desa Kembangan, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Relawan RAPI yang telah menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan membantu menemukan dan mengantar pulang Ibu Saniah. Semoga semangat gotong royong seperti ini terus terjaga karena sangat membantu masyarakat dalam situasi darurat," ujar salah seorang perangkat Desa Kembangan.
Keberhasilan pencarian Saniah menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara keluarga, masyarakat, pemerintah desa, serta relawan kemanusiaan dalam menangani laporan orang hilang, terutama lansia yang mengalami penurunan daya ingat atau kondisi linglung. Berkat koordinasi tersebut, Saniah akhirnya dapat kembali berkumpul dengan keluarganya dalam keadaan selamat dan kini menjalani pemulihan setelah menempuh perjalanan cukup jauh selama meninggalkan rumah.

0 Komentar