Acara dihadiri Kepala Desa Kembangan Lasmono, kepala sekolah, dewan guru, komite sekolah, perangkat desa, wali murid, dan seluruh siswa. Kegiatan tidak hanya diisi dengan buka puasa bersama, tetapi juga rangkaian penampilan siswa serta pemberian santunan kepada anak yatim.
Sejak awal acara, suasana religius terasa melalui lantunan hadroh yang dibawakan para siswa. Penampilan siswa kelas 1 yang membacakan doa untuk orang tua dengan iringan musik religi menghadirkan suasana haru di antara para hadirin.
Pendidikan Karakter di Bulan Ramadhan
Kepala Desa Kembangan, Lasmono, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya momentum Ramadhan untuk membangun karakter generasi muda.
"Momentum Ramadhan harus dimanfaatkan untuk menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan akhlak mulia kepada anak-anak kita," ujar Lasmono, Kepala Desa Kembangan, saat membuka acara, Sabtu (28/2/2026).
Kepala SDN 1 Kembangan, Pariem, S.Pd.SD., M.Pd., menegaskan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin setiap Ramadhan. Menurutnya, sekolah berkomitmen membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter sosial dan spiritual yang kuat.
"Kegiatan seperti ini rutin kami selenggarakan setiap Ramadhan. Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kecintaan terhadap nilai-nilai agama," tutur Pariem.
Kemeriahan acara juga diisi penampilan sambung ayat suci Al-Qur’an oleh siswa kelas 5. Sementara siswa kelas 2 dan 3 menampilkan tari kreasi dan lagu islami yang mendapat apresiasi dari para orang tua.
Santunan dan Buka Bersama
Puncak kegiatan ditandai dengan pemberian santunan kepada 15 anak yatim. Penyerahan santunan tersebut menjadi simbol kepedulian sosial yang ingin ditanamkan kepada seluruh siswa sejak dini.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan salat berjamaah yang diimami Rois, Sekretaris Desa Kembangan. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti buka puasa bersama dalam suasana kekeluargaan.
Rois menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sinergi antara sekolah dan pemerintah desa menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis.
Para wali murid juga menyambut positif kegiatan ini. Mereka berharap agenda serupa terus dilaksanakan setiap tahun karena dinilai mampu memperkuat hubungan antara sekolah dan keluarga, sekaligus menanamkan nilai kebersamaan dan empati kepada anak-anak.

0 Komentar