Program MBG di Kembangan Purbalingga Dikeluhkan Warga

Baru pertama kali menerima makanan gratis kok menunya tidak layak.

REALINVESTIGASI.COM, PURBALINGGA - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, menuai keluhan dari penerima manfaat, Senin (27/04/2026). Warga menilai porsi makanan terlalu minim dan menu yang disajikan kurang sesuai untuk kebutuhan balita.

Keluhan muncul dari penerima manfaat di wilayah SPPG Kembangan 02 yang dikelola Yayasan Samingah. Pada hari pembagian, menu yang diterima berupa nasi putih, telur kecap, tumis labu siam (welok), bakwan jagung, serta buah apel hijau.

Sejumlah orang tua balita menilai menu tersebut kurang ramah anak, terutama dari sisi rasa dan jenis makanan yang diberikan. Selain itu, porsi makanan juga dianggap tidak mencukupi kebutuhan harian balita.

Keluhan Orang Tua Balita

Salah satu orang tua balita yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan kualitas makanan yang diterima dalam program tersebut.

"Baru pertama kali menerima makanan gratis kok menunya tidak layak. Masa untuk balita ada sayur welok (labu siam), dan buah apelnya kecil banget warna hijau, rasanya juga pahit," ujarnya, Senin (27/04/2026).

Ia juga menyoroti jumlah porsi sayur yang dinilai terlalu sedikit untuk anak-anak.

"Masa cuma 5 pcs sayur labunya," keluhnya.

Menurutnya, pelaksanaan awal program yang sebelumnya dinantikan masyarakat justru belum memenuhi harapan.

"Sungguh miris, program yang ditunggu-tunggu malah hasilnya seperti ini," tegasnya.

Orang tua penerima manfaat berharap ada evaluasi segera, khususnya terkait kesesuaian menu dan kecukupan porsi makanan bagi balita.

Penjelasan Pengelola Program

Kader posyandu setempat menyebut dirinya hanya bertugas mendistribusikan makanan tanpa mengetahui detail komposisi menu yang disiapkan.

"Saya hanya membagikan, untuk isi dan lainnya silakan konfirmasi ke pihak terkait," ujarnya singkat.

Menanggapi keluhan tersebut, ahli gizi SPPG Kembangan 02, Dita, menjelaskan bahwa secara prinsip pemorsian telah mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) masing-masing penerima.

"Secara perhitungan gramasi sudah disesuaikan dengan AKG masing-masing penerima. Namun dalam praktiknya, ada kemungkinan terjadi kekeliruan saat pemorsian, sehingga ada yang kurang atau berlebih," jelasnya.

Terkait penggunaan apel hijau sebagai buah dalam menu, ia menyebut bahan tersebut sebelumnya telah digunakan tanpa keluhan berarti.

"Apel hijau ini sebelumnya sudah pernah digunakan dan tidak ada keluhan. Namun karena faktor alam, rasa buah bisa berbeda-beda dan tidak semua penerima cocok," tambahnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Kembangan 02, Abdul Ghani, menegaskan pihaknya terbuka terhadap setiap masukan dari masyarakat.

"Setiap komplain akan kami tindak lanjuti, termasuk penggantian jika diperlukan. Kuncinya ada pada kecepatan komunikasi di lapangan," ujarnya.

Analisis Kandungan Gizi

Berdasarkan data yang dihimpun, menu MBG tersebut memiliki kandungan gizi sebagai berikut. Untuk porsi kecil, energi mencapai 462,2 kkal, protein 10,5 gram, lemak 26,7 gram, karbohidrat 56,3 gram, dan serat 1,5 gram.

Sementara untuk porsi besar, energi sebesar 490,1 kkal, protein 11 gram, lemak 26,8 gram, karbohidrat 62,5 gram, dan serat 2 gram.

Secara komposisi, menu tersebut telah mencakup unsur dasar gizi seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Namun demikian, aspek keseimbangan, kecukupan porsi, serta penerimaan rasa—khususnya untuk balita—dinilai masih perlu evaluasi agar tujuan program MBG dapat tercapai secara optimal.

Regulasi dan Standar MBG

Program MBG berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional dengan tujuan meningkatkan status gizi kelompok rentan. Pelaksanaannya mengacu pada prinsip:

  • Pemenuhan Angka Kecukupan Gizi (AKG)
  • Komposisi menu beragam dan seimbang
  • Keamanan serta kelayakan konsumsi
  • Cita rasa yang dapat diterima penerima manfaat

Selain itu, pengawasan mutu (quality control) dari bahan baku hingga distribusi menjadi aspek penting. Respons cepat terhadap keluhan masyarakat juga menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan program.

Dengan adanya keluhan terkait porsi dan menu di Desa Kembangan, diharapkan pihak penyelenggara dapat segera melakukan perbaikan agar tujuan program MBG benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Posting Komentar

0 Komentar