Buka Puasa Bersama Perwira Purbalingga Bahas Profesionalitas Wartawan

Selain berbuka puasa bersama, forum tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi para anggota Perwira untuk memperkuat komitmen menjaga marwah profesi wartawan

REALINVESTIGASI.COM, PURBALINGGA - Persatuan Wartawan Intermedia Nusantara (Perwira) Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri para jurnalis dari berbagai media di daerah tersebut. Selain menjadi ajang silaturahmi Ramadan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas insan pers sekaligus membahas tantangan profesionalitas wartawan di tengah maraknya oknum yang mengaku sebagai jurnalis.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan itu diisi dengan diskusi santai antaranggota mengenai dinamika kerja jurnalistik di lapangan. Para jurnalis yang hadir saling bertukar pandangan terkait tantangan profesi, etika jurnalistik, serta pentingnya menjaga integritas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Selain berbuka puasa bersama, forum tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi para anggota Perwira untuk memperkuat komitmen menjaga marwah profesi wartawan di tengah perkembangan dunia media yang semakin dinamis.

Apresiasi Peran Media dalam Pembangunan

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Wira Praja sekaligus Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Purbalingga, Karsono. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi atas peran media sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan berbagai informasi pembangunan kepada masyarakat.

"Peran media sangat penting dalam mengawal pembangunan daerah. Dengan informasi yang benar dan berimbang, masyarakat dapat mengetahui berbagai program yang sedang dan akan dijalankan pemerintah," ujar Karsono.

Karsono juga mengajak seluruh insan pers di Purbalingga untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum. Menurutnya, kolaborasi yang baik antara media dan pemerintah sangat dibutuhkan agar informasi mengenai program pembangunan dapat tersampaikan secara transparan dan akurat.

Keprihatinan Maraknya Oknum Mengaku Wartawan

Di sisi lain, Karsono juga mengungkapkan keprihatinannya terkait masih adanya oknum yang mengaku sebagai wartawan namun tidak memiliki identitas media yang jelas. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah kepala desa di Kabupaten Purbalingga dilaporkan kerap didatangi pihak yang mengatasnamakan wartawan dengan membawa proposal kegiatan yang tidak jelas.

Bahkan, menurutnya, oknum tersebut juga menawarkan berbagai produk seperti buku, kaos hingga kalender yang berasal dari luar daerah. Praktik semacam ini dinilai meresahkan karena tidak berkaitan dengan aktivitas jurnalistik yang semestinya.

"Hal seperti ini tentu sangat meresahkan para kepala desa karena tidak jelas dari media mana dan apa tujuan sebenarnya," ungkap Karsono.

Perwira Siap Tempuh Jalur Hukum

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Intermedia Nusantara (Perwira) Kabupaten Purbalingga, Agung Pramono, SH, menegaskan organisasinya tidak akan tinggal diam jika masih ditemukan oknum yang mencoreng profesi wartawan.

"Kami dari organisasi Perwira akan menempuh langkah hukum apabila masih ada pihak yang mengaku wartawan namun tidak benar-benar menjalankan profesi wartawan, apalagi sampai membawa proposal kegiatan yang bersifat fiktif dan mendatangi instansi maupun pemerintah desa. Tindakan seperti itu jelas merusak marwah profesi wartawan," tegas Agung.

Ia menambahkan, Perwira Purbalingga berkomitmen menjaga profesionalitas insan pers sekaligus melindungi citra wartawan yang bekerja sesuai dengan kode etik jurnalistik.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Media Mitrapolri Banyumas Raya, Budisantoso, juga mengecam praktik oknum yang mengatasnamakan wartawan untuk kepentingan pribadi.

"Tindakan seperti itu sangat merugikan citra profesi wartawan yang sesungguhnya bekerja secara profesional di lapangan," ujar Budisantoso.

Ia menjelaskan, tugas utama wartawan adalah melakukan peliputan, menggali informasi, serta menyampaikan fakta kepada masyarakat, bukan mendatangi instansi atau pemerintah desa dengan membawa proposal yang tidak jelas kegiatannya.

Budisantoso juga mengimbau seluruh kepala desa di Kabupaten Purbalingga agar lebih waspada jika ada pihak yang mengaku wartawan datang membawa proposal kegiatan atau menawarkan produk yang tidak berkaitan dengan aktivitas jurnalistik.

"Apabila ada oknum yang datang dengan membawa proposal atau menawarkan produk yang bukan bagian dari kegiatan peliputan jurnalistik, kami menghimbau para kepala desa untuk segera berkoordinasi atau menghubungi Ketua Wira Praja agar dapat ditindaklanjuti bersama," jelasnya.

Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, Perwira Purbalingga berharap solidaritas antarjurnalis semakin kuat. Para insan pers di daerah tersebut juga diharapkan terus menjaga integritas dan profesionalitas agar profesi wartawan tetap dipercaya masyarakat sebagai penyampai informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Posting Komentar

0 Komentar