Penetapan kepemimpinan berlangsung dalam agenda Parapatan Luhur yang menjadi momentum strategis organisasi untuk menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan lima tahun ke depan. Proses pemilihan dan penetapan pimpinan dilakukan melalui musyawarah mufakat dengan mengedepankan nilai persaudaraan serta ajaran luhur Setia Hati.
Parapatan Luhur dihadiri para ketua cabang dan pengurus cabang PSHT dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Selain itu, perwakilan cabang luar negeri juga turut hadir, mencerminkan soliditas organisasi dan komitmen bersama dalam menjaga persatuan serta kesinambungan kepemimpinan PSHT.
Kehadiran Pemerintah Daerah
Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Kehadirannya dinilai sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap PSHT sebagai salah satu organisasi pencak silat besar di Indonesia yang berperan dalam pelestarian budaya dan pembinaan karakter generasi muda.
Rangkaian acara berlangsung tertib dan aman. Kegiatan diawali dengan pembukaan, doa bersama, penyampaian laporan organisasi, hingga musyawarah penetapan pimpinan. Seluruh peserta mengikuti agenda dengan penuh tanggung jawab dan semangat kebersamaan.
Harapan Kepemimpinan Baru
Terpilihnya Kang Mas H. Moerjoko H.W sebagai Ketua Umum diharapkan mampu membawa PSHT Pusat Madiun semakin maju, solid, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Sementara itu, Kang Mas H. Issoebiantoro sebagai Dewan Pusat diharapkan memperkuat fungsi pembinaan dan pengawasan, sekaligus menjaga kemurnian ajaran PSHT sesuai nilai-nilai yang diwariskan para pendiri.
Parapatan Luhur tidak hanya menjadi forum pengambilan keputusan organisasi, tetapi juga ajang mempererat persaudaraan antarwarga PSHT di dalam maupun luar negeri. Dengan ditetapkannya kepemimpinan periode 2026–2031, warga PSHT diharapkan terus berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara serta menjaga nilai-nilai luhur pencak silat dalam kehidupan bermasyarakat.

0 Komentar