Reksa Jagad Dan Warga Bersihkan Sungai Krinjing, Kepedulian Lingkungan Tak Cukup Seremonial

Selain membersihkan sungai, Reksa Jagad bersama sejumlah pihak juga menebarkan 5.000 bibit ikan jenis melem dan tawes
REALINVESTIGASI.COM, PURBALINGGA - Komunitas Pegiat Lingkungan Reksa Jagad menggelar aksi bersih Sungai Krinjing sekaligus penebaran 5.000 bibit ikan melem dan tawes, Minggu, 23 Agustus 2026. Kegiatan bertema “Jaga Bumi dan Merdeka dari Sampah” itu berlangsung pukul 08.00 hingga sekitar 13.00 WIB.

Aksi tersebut menghasilkan sekitar 50 karung dan 10 kantong trashbag berisi sampah kering maupun basah. Sampah dikumpulkan dari sejumlah titik di sepanjang aliran sungai dan menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan serta fungsi lingkungan perairan.

Selain membersihkan sungai, Reksa Jagad bersama sejumlah pihak juga menebarkan 5.000 bibit ikan jenis melem dan tawes. Penebaran dilakukan di Sungai Krinjing, Kecamatan Bukateja, serta Sungai Kalibrinkeng, Kecamatan Karangmoncol.

50 Karung Sampah Diangkat dari Sungai

Jumlah sampah yang terkumpul menjadi gambaran masih adanya persoalan sampah di kawasan aliran sungai. Jenis sampah yang ditemukan beragam, mulai dari material kering hingga sampah basah.

Kegiatan tersebut melibatkan sedikitnya 11 desa, 12 perusahaan maupun individu, serta Polsek Bukateja. Dukungan juga datang dari luar Kecamatan Bukateja, termasuk Desa Karangjambu dan Krenceng.

Warga, kepala dusun, ketua RT, relawan hingga mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto turut terlibat. Para peserta tidak hanya mengangkat sampah, tetapi juga memasang plakat larangan membuang sampah di sekitar aliran sungai.

“Memang ada beberapa desa yang tidak ikut berkontribusi apapun. Perusahaan-perusahaan besar di Kecamatan Bukateja pun sepertinya enggan melirik. Namun perusahaan seperti Kalingga dan Amako justru lebih antusias dalam mendukung kegiatan ini. Ada juga perorangan dari luar kecamatan yang sangat bersemangat memberikan dukungan finansial,” ujar Hendra Wahyu, Ketua Komunitas Reksa Jagad.

Edukasi Warga Jadi Bagian Aksi

Hendra mengatakan kepedulian terhadap lingkungan tidak seharusnya dibatasi wilayah administratif. Menurutnya, persoalan sampah di sungai dapat berdampak terhadap masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran hingga wilayah hilir.

“Tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi warga agar jangan membuang sampah di aliran sungai,” kata Budi Yuwono, anggota Reksa Jagad.

Relawan RAPI, Mamat, juga menilai kegiatan tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan. Ia berharap aksi tersebut dapat mendorong masyarakat memperlakukan sampah secara lebih bijak.

“Aksi yang sangat bagus menurut saya. Semoga ke depannya menumbuhkan kepedulian warga dan memperlakukan sampah dengan bijak,” ujar Mamat, relawan RAPI.

Sampah Sungai Mengancam Lahan Pertanian

Dampak sampah sungai tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Sampah yang terbawa arus berpotensi masuk ke saluran irigasi dan terbawa hingga areal persawahan.

“Jika aliran sungai banyak sampahnya, kasihan petani yang menggarap lahan. Sampah-sampah seperti plastik dan pampers memenuhi areal persawahan,” ungkap Bambang Kopi Kirno, salah satu pendukung kegiatan.

Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi saluran irigasi serta aktivitas masyarakat yang bergantung pada aliran air. Karena itu, pencegahan pembuangan sampah ke sungai menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan dan pertanian.

Reksa Jagad Lanjutkan Kegiatan Lingkungan

Aksi bersih Sungai Krinjing dan penebaran 5.000 bibit ikan menjadi bagian dari agenda lingkungan Reksa Jagad. Komunitas tersebut dibina Danang Nuswantoro selaku Camat Bukateja.

Reksa Jagad juga rutin melakukan kegiatan lingkungan pada akhir pekan maupun hari libur. Kegiatannya antara lain membersihkan sampah di sepanjang jalan raya hingga mengangkat timbunan sampah dari saluran irigasi persawahan.

Melalui kegiatan tersebut, komunitas berupaya menggabungkan kebersihan sungai dengan pemulihan ekosistem perairan. Sebanyak 5.000 bibit ikan melem dan tawes telah ditebar sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan ekosistem sungai.

Status kegiatan tersebut berlanjut pada agenda lingkungan Reksa Jagad berikutnya. Komunitas bersama relawan dan pihak pendukung terus melakukan kegiatan kebersihan lingkungan serta edukasi agar pembuangan sampah ke aliran sungai dapat dicegah.

Posting Komentar

0 Komentar